Blog kali ini agak berbeda, ceritanya bukan soal Jepang. Sorry ya nyimpang dikit, intermezzo deh hehehe. Tapi masih berhubungan kok buat kamu-kamu yang emank hobby jalan-jalan dan adventure.
Selain ke Jepang, hobby saya yang lain adalah naik gunung. Meski umur emang udah seangkatan ama AADC 2 , tapi dengkul masih kuat ya lanjut deh. Udah beberapa gunung seperti Lawu, Merbabu, Sumbing, Sindoro, Rinjani, Semeru dan baru aja minggu lalu bermain lebih ke Timur Indonesia, yaitu Tambora.

Seru banget perjalanan ke Tambora, nyetir dari Lombok nyebrang di Pelabuhan Kayangan menuju ke Pototano di Sumbawa. Oh ya kalau yang belum tahu, Tambora ada di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Langit biru menghiasi perjalanan, beda deh ama langit di Jakarta yang biru dihiasi kelabu polusi hehehehe. Jalanan di pulau Sumbawa ini udah bagus, aspal hotmix, sepertinya tekad pemerintahan Jokowi untuk membangun Indonesia bagian Timur memang sudah terlihat buktinya.

Hanya uniknya kalau Jakarta dihiasi dengan kemacetan, karena mobil, sepeda motor, bajaj, asongan, busway ada dimana-mana, kalau Sumbawa sepanjang jalan kita akan disapa oleh Kerbau, Sapi dan Anjing liar. Binatang yang harusnya ada di kandang tersebut berkeliaran dimana saja, dan kapan saja. Mau tengah malam melewati kesunyian jalan (rata-rata ketemu mobil lain setiap 15-20 menit saja) kita pasti dihadang oleh sekawanan sapi atau kerbau yang berjalan beriringan. Heran kok yang punya gak nyariin ya. Ini bukti juga sih kalau yang namanya maling sapi atau kerbau tidak menjadi tren di pulau Sumbawa. Situasi masih sangat aman, dan tentram.

Perjalanan selama kurang lebih 14 jam dari Lombok menuju basecamp Tambora, Desa Pancasila di daerah Calabai sangat mengasyikkan, pemandangan sepanjang jalan dihiasi laut dan pantai yang tenang. Dengan pemandangan yang magical di pagi dan sore hari.

Wah saya jadi lupa sebenernya mau cerita apa nih. (more of the story)

Advertisements